Sukses Presiden SBY tersebut tidak bisa dilepaskan dari kiprah Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Ironisnya, dukungan dari pihak istana dianggap tidak terlalu jelas, terutama saat terjadi kriminalisasi terhadap pimpinan KPK, Bibit-Chandra. "Begitu ada serangan balik kepada KPK dan Tipikor, sementara teman-teman DPR nggakenjoy dengan KPK, berkolaborasi dengan pemerintah yang mendiamkan saja," ujar Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra saat acara diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (18/12/2010). Selain itu, lanjut Saldi, adanya masa jabatan Busyro Muqoddas di KPK yang hanya dipatok 1 tahun juga merupakan indikasi tidak adanya kesukaan terhadap KPK baik dari pemerintah dan legislatif. "Kenapa tiba-tiba mereka harus menetapkan masa jabatan Busyro jadi 1 tahun? Saya ajak teman-teman DPR, masa jabatan pimpinan KPK itu 4 tahun, tidak ada di Undang-undang tentang KPK, tidak ada itu 1 tahun. Semangat istana, bersambutan dengan DPR yang tidak nyaman dengan KPK," tandasnya. (Willy Widianto) kompas.com
JAKARTA, KOMPAS.com - Reputasi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Oktober 2004 lalu menunjukkan grafik menanjak, tetapi sampai di penghujung tahun 2005 ada kecenderungan menurun itu.![]()
![]()
Saldi Isra: Presiden Tak Balas Jasa KPK
- Detail
- Kategori: Berita
- Ditulis oleh Administrator
- Dilihat: 3421
Sabtu, 18 Desember 2010 | 16:56 WIB
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Pengamat politik (dari kanan) Yunarto Wijaya dari Charta Politika, Taslim Chaniago (Komisi III DPR, Fraksi PAN), Latief Siregar moderator acara dari MNC, Daniel Sparingga, Staff Khusus Presiden Bidang Politik, dan Saldi Isra, Pakar Hukum Universitas Andalas, saat diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, tentang prediksi politik dan hukum Indonesia di masa depan, Sabtu (18/12/2010).Begitu ada serangan balik kepada KPK dan Tipikor, sementara teman-teman DPR nggak enjoy dengan KPK, berkolaborasi dengan pemerintah yang mendiamkan saja.
-- Dosen Universitas Andalas, Saldi Isra