Posted in Berita Utama by Redaksi on November 23rd, 2010

Jakarta (SIB)
Ketegangan Partai Golkar dan Partai Demokrat perlahan tapi pasti terus meningkat. Kali ini dipicu pernyataan Sekretaris departemen Hak Asasi Manusia Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Rachlan Nashidik yang menyebut tidak akan ada transaksi di meja koalisi khususnya dalam kasus Gayus.
Pernyataan itu menurut Bambang Soesatyo dari Golkar juga menyebut-nyebut Golkar sehingga dinilai tidak etis. “Pernyataan Pers Partai Demokrat yang menyeret Golkar sangat tendensius, padahal yang terjadi justru sebaliknya,” katanya, kemarin.
Melalui siaran pers itu, kata Bambang seolah-olah selama ini Partai Golkar selalu menyalahi hukum dan memanfaatkan kekuasaan. “Pemerintahan siapa yang memberikan remisi, termasuk keistimewaan bagi tahanan korupsi dan bahkan pengampunan kepada para koruptor,” kata Bambang.
Yang mampu melakukan, kata Bambang hanya orang atau partai yang memiliki kekuasaan. “Jadi pernyataan pers itu sesungguhnya lebih tepat diarahkan kepada Persiden dan PD”.
Mahfud Ngerasa Nggak Punya Potongan Nyapres
Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) Mahfud MD dan Aburizal Bakrie disebut-sebut berpotensi menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Karena itu, mereka akan dibidik dan menjadi sasaran tembak sebelum akhirnya benar-bear maju. Mahfud akan dibenturkan dengan pejuag-pejuang anti korupsi sedangkan Ical menggunakan kasus Gayus.
Bagaimana tanggapan Mahfud? Bekas Menhan di era presiden Gus Dur itu menyatakan, tidak ada masalah dirinya dibidik atau mau dibenturkan dengan kelompok gerakan anti korupsi, apalagi kalau alasannya mau maju sebagai capres pada Pilpres 2014.
“Saya tidak pernah bermimpi untuk maju pada pilpres 2014. Sata tidak punya potongan dan jahitan untuk ikut pilpres, saya juga tak punya parpol, malah sengaja keluar dari parpol,” tegas Mahfud MD kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Karenanya, lanjut bekas petinggi PKB ini, jika ada pihak-pihak yang mau mebenturkan dirinya dengan gerakan anti korupsi, dia tidak peduli. Tetapi kalau ada orang yang memfitnah dengan mending hakim-hakim MK menerima suap, akan dia kejar orang tersebut.
Saya tidak mencari musuh, tapi kalau saya dimusuhi dan difitnah, akan saya hadapi. Saya juga tidak cari teman yang suka nutup-nutupi korupsi. Kalau saya mau dibenturkan, dan pembenturan itu apakah disutradarai oleh orang-orang yang ingin memisahkan saya dengan para pejuang anti korupsi, ya akan saya lawan,” tegas lelaki kelahiran Madura 13 Mei 1957 ini.
Dia kembali mengingatkan, kalau ada yang mengatakan, hakim MK menerima suap atau akan disuap, maka pihak tersebut harus membuktikannya. Kalau tidak bisa membuktikan pihaknya akan menempuh jalur hukum.
“Saya pertaruhkan jabatan saya untuk masalah ini. Kalau ada bukti hakim MK terlibat suap, saya akan antar sendiri ke KPK dan saya sendiri akan mundur. Karena, berarti saya gagal memimpin,” tandas bekas anggota DPR dari Fraksi PKB ini.
“Menurutnya, dia tidak perlu “ditembak”, karena tidak ingin jadi presiden 2014. “Saya bisa begini saya sudah bersyukur,” ujarnya.
Mahfud menegaskan, dia tidak peduli apakah mau diadu domba agar terpisah dan berseberangan dengan kelompok gerakan anti korupsi atau karena alasan lain, dia akan bersikap keras terhadap temuan korupsi. “Saya tak peduli, pokoknya siapa pun akan saya tabrak,” tandas Mahfud yang meraih gelar doktor dari UGM pada 1993.
Saat ini MK tengah menjadi sorotan menyusul pernyataan pengamat hukum Refly Harum yang mensinyalir adanya penyuapan di MK. Oleh MK, Refly langsung ditunjuk sebagai ketua tim untuk membuktikan dugaan penyuapan itu. Tim beranggotakan Adnan Buyung Nasution, Bambang Widjojanto, Saldi Isra dan Bambang Harimurti. Refli diberi waktu sampai 8 Desember. Kalau tidak bisa membuktikan, MK akan menuntut balik Refly.
Ical dibusukkan
Itu mengenai Mahfud dan MK. Lalu bagaimana tanggapan orang-orang Ical terkait persaingan menuju 2014? Orang Golkar menyadari ada skenario untuk membusukkan Ical dan Golkar lewat Gayus Tambunan. Ical dan Golkar tahu, Gayus tidak bergerak sendiri, ada yang mengarahkan. Karena, tidak ada fakta yang rasional dan alasannya di paksakan.
“Pak Ical tidak sedih karena dizolimi lewat fitnah seperti itu. Pak Ical bilang, tidak apa-apa kalau ada yang memusuhi kita, yang penting kita tidak jahat. Dia tidak sedih dimusuhi, cuma kenapa cara-cara itu yang dipakai?” ujar Sekjen Golkar Idrus Marham.
Orang kedua di Golkar itu telah meminta kader-kadernya di Komisi III DPR agar mendesak Kapolri untuk membongkar sutradara di balik fitnah dan penzoliman terhadap Ical.
“Langkah ini untuk menghilangkan rasa saling curiga. Ini penting untuk bangsa, bukan untuk Ical dan Golkar,” tegas Idrus.
Idrus mengemukakan, skenario untuk membusukkan Ical dan Golkar tidak berpengaruh apa-apa, malah makin menambah dukungan rakyat terhadap Golkar dan Ical.
GOLKAR: ADA SKENARIO PEMBUNUHAN KARAKTER KETUM
Ketua DPP Partai Golongan Karya Bidang Organisasi dan Kaderisasi H. Mahyudin mengatakan ada upaya pihak tertentu untuk mendiskreditkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjelang Pemilihan Umum 2014 yang mengaitkan dengan kaburnya Gayus Tambunan Ke Bali beberapa waktu lalu
Menurut H. Mahyudin, di Sangatta, Minggu, ada pihak tertentu sengaja membuat skenario seolah-olah ada pertemuan antara Ketua Umum Golkar dengan tersangka kasus pajak Gayus Tumbunan di Bali saat menyaksikan pertandingan olahraga tenis.
“Pihak-pihak tertentu sudah mengetahui kalau Ical ada di Bali dengan beberapa urusan termasuk menonton pertandingan tenis. Kemudian sengaja mengikutkan Gayus kesana seola-olah ada janji,” ujarnya.
Ia mengatakan menjadi pertanyaan dan harus diusut adalah siapa yang membawa Gayus Ke Bali dan siapa dibelakangnya kok bisa lolos ke Bali, ujarnya.
Dia mengatakan orang yang berada di belakang Gayus adalah orang dan bukan sembarangan karena tidak mungkin bisa lolos dan berangkat ke Pulau Bali kalau tidak dibelakangnya.
“Golkar menduga orang yang membuat skenario itu sengaja ingin melakukan pembunuhan karakter terhadap Bung Ical dan ingin menurunkan kepercayaan rakyat terhadap partai Golkar menjelang Pemilu 2014,” katanya.
Karena selama Bung Ical menjadi orang nomor satu di Partai Golkar kepercayaan rakyat kembali meningkat.
Bahkan data terakhir ini hasil survey Lingkaran Survey Indonesia (LSI) bahwa 17 persen responden akan memilih Golkar jika saat ini digelar pemilu.
“Ada kekwatiran pihak-pihak tertentu jika Partai Golkar akan kembali menguasai perolehan suara pada Pemilu 2014 mendatang, sehingga banyak cara-cara dilakukan agar rakyat tidak percaya Golkar,” tegasnya.
Ia mengatakan, pihak tertentu itu lupa kalau “si kuning” itu tidak akan tergeser dari kota sampai ke desa dan dari pedesaan hingga pelosok. Dan akan kembali lagi menjadi yag nomor satu di Indonesia.
“Dibawah kepimpinan Aburizal Bakrie Partai Golkar semakin kuat dan besar, dan target kita adalah pada pemilu 2014 mendatang Partai Golkar akan mampu meraih 30 persen secara nasional,” katanya.(PK/RM/Ant/g)

 

sumber:http://hariansib.com/?p=152510