JAKARTA--MICOM: Tim investigasi pimpinan Refly Harun memiliki waktu kurang dari satu pekan untuk memberikan laporan hasil penyelidikan dugaan suap di Mahkamah Konstitusi. Namun, ternyata tim masih kesulitan dalam mencari para saksi. Anggota tim yang paling senior, Adnan Buyung Nasution, mengakui hal tersebut.
"Mencari (saksi) tidak mudah. Kami tidak memiliki kewenangan seperti Kejaksaan, KPK, dan sebagainya. Makanya kami pakai cara-cara manis," ucap Buyung di Hotel Nikko, usai membuka acara"'Refleksi Akhir Tahun Constitution Centre Adnan Buyung Nasution", kemarin.
Bahkan, ia menambahkan, tim yang beranggotakan lima orang ini sampai "memburu" saksi ke Semarang, Medan, dan daerah lainnya dengan cara berjalan kaki. Tujuannya, untuk melakukan pendekatan sepersonal mungkin kepada para saksi.
Juru bicara tim, Saldi Isra, membenarkan bahwa persoalan terbesar yang dihadapi oleh tim adalah terkait saksi. Penyebabnya hanya satu, karena mereka bukan tim yang pro yustisia.
"Ya, memang ada kesulitan itu. Tapi kami sudah memeriksa beberapa saksi," ucapnya, dalam kesempatan yang sama.
Saat ini, lanjut Saldi, tim tengah menyiapkan laporan dari para saksi yang telah mereka interogasi. Selama beberapa hari mendatang, tim masih akan memeriksa beberapa saksi lainnya.
Meski demikian Saldi tak menampik, hingga hari ini, tim Refly dkk. belum melakukan interogasi kepada para hakim MK. "Hakim belum diperiksa. Tapi, toh kami kan masih punya waktu beberapa hari lagi," papar pengamat hukum tata negara tersebut.
Saldi juga membantah bahwa tim kurang melakukan koordinasi. Ia malah menyatakan, pada Rabu (1/12) malam, seluruh anggota tim melakukan koordinasi di lantai 11 gedung MK.
"Bertemu kan tidak harus di MK. Kami sering berkoordinasi, kok. Tapi di luar MK," tukasnya, lalu tertawa.
Hasil investigasi yang akan tim serahkan kepada MK pada 8 Desember nanti masih bersifat rahasia. Saldi pun hanya tersenyum saat menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan permintaan perpanjangan waktu dari tim. "Yang pasti, pada 8 nanti sudah bisa dilaporkan, apa pun hasilnya," katanya. (*/OL-10)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/12/02/185545/16/1/Tim-Investigasi-Masih-Sulit-Cari-Saksi

