Penulis : Thomas Harming Suwarta
Jumat, 10 Juni 2011 08:27 WIB

 

 

JAKARTA--MICOM: Panitia seleksi mendorong pimpinan KPK saat ini untuk ikut mendaftar dalam seleksi pimpinan KPK yang baru. Demikian dikatakan anggota Pansel Erry Riyana Hardjapemakas di sela-sela rapat pleno di Ruang Seopomo, Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis (9/6).

Ery menyebutkan nama Busyro Muqoddas dan Chandra M Hamzah untuk ikut mendaftar. "Ya tadi kita diminta mengusulkan nama-nama yang dinilai cocok. Nah saya usul 2 nama, Pak Busyro dan Pak Chandra," kata Erry. Namun ia tidak merinci alasan keduanya diusulkan. "Ya pokoknya kami minta saja mereka untuk mendaftar. Kan Undang-undang membolehkan itu," katanya.

Adanya usulan nama-nama ini menurut Erry dalam rangka mekanisme jemput bola, untuk mengantisipasi sepinya calon yang mendaftar dan kualifikasi calon mendaftar yang tidak maksimal. Selain pimpinan KPK, anggota Pansel juga mengusulkan nama-nama lain. "Saya mengusulkan 5 nama tadi, kebanyakan dari kalangan akademisi," ujar Saldi Isra, salah satu anggota Pansel.

Sekretaris Pansel, Ahmad Ube membenarkan adanya usulan nama-nama tadi. "Ya betul ada usulan nama dari masing-masing anggota Pansel, kira-kira ada 20 nama tadi, termasuk yang jadi 12 besar waktu seleksi tahun lalu," kata Ube. Namun Pansel tidak akan lakukan pendekatan resmi berupa surat kecuali melalui pendekatan pribadi dan ormas-ormas. "Kita tidak akan bikin surat resmi. Paling-paling pendekatan pribadi saja. Juga kita akan dorong ormas tertentu untuk mendekati mereka agar mendaftar lagi," kata Ube lagi.

Terkait mekanisme, Ketua Pansel Patrialis Akbar mengatakan, tidak ada perlakuan istimewa untuk mereka. "Termasuk pimpinan KPK yang sudah ada, tetap melalui pendaftaran, seleksi administratif sama dengan pendaftar yang lain," tutur Patrialis. Sampai rapat pleno Pansel, pendaftar yang sudah melengkapi berkas ada 11 orang. Patrialis yakin bahwa menjelang akhir pendaftaran, akan banyak yang mendaftar, termasuk sejumlah nama-nama terkenal dan dikenal masyarakat berkualitas. (*/OL-2)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/06/232810/284/1/Pimpinan_KPK_Diminta_Daftar_Lagi