Kamis, 12/05/2011 07:45 WIB
Korupsi di Kemenpora
Egir Rivki - detikNews

Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara sekaligus pengamat antikorupsi, Saldi Isra, menilai langkah SBY yang tidak melindungi kadernya yang terindikasi melakukan korupsi patut diapresiasi. Namun staf pengajar di Universitas Andalas tersebut menyangkan sikap Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang hingga saat ini masih belum mau berkomentar.


"Saya rasa sikap SBY mengeluarkan statement tersebut patut diapresiasi, tapi sayang sikap SBY tersebut tidak ada sambutan dari Ketum PD sendiri," ujar Saldi saat dihubungi detikcom, Kamis (12/5/2011).

Menurut Saldi, pernyataan SBY soal kasus suap yang terjadi di kementerian yang dipimpin oleh Andi Mallarangeng tersebut nantinya akan menuju dua arah yaitu kepada KPK dan PD.

"Arah yang pertama adalah menuju KPK, dimana SBY meminta KPK agar bekerja keras menuntut kasus ini. Kedua ditujukan kepada Partai Demokrat sebagai perintah agar para kader PD tidak melakukan hal yang melawan KPK," tegasnya.

Saldi juga menilai bahwa peran SBY harus sebagai pelindung KPK agar kasus ini bersih dari tekanan politik manapun.

"SBY harus senantiasa mem-back up langkah KPK yang tidak tebang pilih dalam menuntaskan kasus ini. Apalagi ini menyangkut partai besar," tegas Saldi.

(anw/anw)

source:Detik.com