NASIONAL - HUKUM
JAKARTA - Tim Investigasi isu suap di Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar rapat perdana tadi malam (10/11) di gedung MK. Tim pimpinan advokat Refly Harun itu menyepakati SOP (standard operating procedure) dan rencana pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan hakim konstitusi.
Prosedur standar itu berlaku dalam semua kegiatan investigasi. Yakni, kata Saldi, setiap menghubungi saksi via telepon, anggota tim minimal didampingi seorang anggota. Kemudian, dalam memeriksa atau mendatangi saksi, harus dilakukan oleh tiga anggota. "Hasil pemeriksaan saksi-saksi akan dibawa ke dalam pertemuan semua anggota tim," katanya.
Saldi menambahkan, pemeriksaan tidak harus dipimpin Refly sebagai ketua tim. Sebab, kata dia, tidak tertutup kemungkinan Refly bakal ikut diperiksa. Apalagi, Refly merupakan pemicu tim dibentuk karena tulisannya tentang isu suap di sebuah media cetak.
Selain itu, kata Saldi, tim akan menggunakan kocek pribadi terlebih dahulu tiap kali mendatangi saksi. Sebab, mereka khawatir mobilitas tim dalam memeriksa saksi akan terdeteksi jika menggunakan ongkos dari MK. "Kalau kita diketahui kemana mau pergi, takut juga. Bisa diidentifikasi saksi mana dan daerah mana yang dituju," papar Saldi.
Lantas, siapa saja saksi yang akan diperiksa? Saldi menegaskan semua pihak yang berpotensi terlibat akan diperiksa. Tidak hanya para pemohon perkara pilkada yang disebut Refly menyerahkan duit suap. Tapi juga para hakim konstitusi.
Pemeriksaan hakim MK, kata Saldi, akan dilakukan di bagian akhir investigasi. Daftar hakim konstitusi yang diperiksa akan diputuskan pada Selasa (16/11) pekan depan oleh semua anggota tim. Namun, tim tidak akan menggunakan istilah "dipanggil" dalam memeriksa hakim MK. "Karena ruangan tim kan di gedung MK. Kita datangi saja," katanya.
Setelah investigasi rampung, kata Saldi, akan ada kesimpulan pemeriksaan. Tim kemudian menyusun laporan investigasi yang akan diserahkan ke MK. Laporan tersebut, kata dia, tidak akan ditutup untuk publik. Bahkan, akan jumpa pers bersama untuk menyampaikan hasil investigasi tersebut. "Kami ingin semuanya terbuka," katanya. (aga/iro)

