Selasa, 28 September 2010 09:48
BATAM CENTRE (BP) – Sebanyak 1.500 mahasiswa baru Universitas Batam (Uniba) mengikuti Ospek mulai 24-26 September 2010 lalu. Pelaksanaan Ospek (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus kali ini terasa spesial karena tahun ini genap sudah sepuluh tahun (satu dekade) penerimaan mahasiswa baru dan Ospek.
Ospek dengan tema, ”Kreatif, Bersih dan Peduli Sosial” berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) ini dibuka Wali Kota Batam Ahmad Dahlan dan ditutup resmi Wagub Kepri HM Soerya Respationo di kampus Uniba. Dalam pembekalan materinya, Ahmad Dahlan mengingatkan seluruh peserta agar meningkatkan kemampuan intelektual untuk bisa berperan membangun bangsa. ”Kota Batam tak memiliki sumber daya alam untuk diekploitasi untuk pembangunan. Karena itu harus mengandalkan sumber daya manusianya yang berkualitas agar menjadi pendukung suksesnya pembangunan Kota Batam,” ujarnya.
Rektor Uniba Prof Dr Ir Jemmy Rumengan, mengatakan mahasiswa sebagai pembaharu (agent of change) harus mampu mengembangkan keilmuannya selama pembelajaran di perguruan tinggi. ”Mahasiswa harus aktif mencari dan menegakkan kebenaran ilmiah dan kejujuran intelektual untuk melakukan perubahan dan harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.
Ospek tahun ini terasa spesial karena hadirnya Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof Dr Bedjo Sujanto, MPd dan pakar hukum tata negara Universitas Andalas Padang (Unand) Prof Dr Saldi Isra, SH, MPA. Keduanya menjadi narasumber utama. Prof Dr Bedjo dalam salah satu kesimpulkannya dalam materi topik pengembangan diri menekan agar mahasiswa menciptakan banyak mimpi dalam benaknya.
Selain itu tampil juga sejumlah pemateri lainnya seperti Wakil Rektor I bidang Akademik Bambang Satriawan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Lagat Siadari, Dekan Ekonomi Syahril Efenddy, Dekan Fakultas Teknik Batu Mahadi, Syamsul Bahrum, Kombes Ricky F Wakanno dan Socrates dari PWI Kepri. (edo)

