SENIN, 18 OKTOBER 2010 | 05:25 WIB

TEMPO InteraktifJakarta -- Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menepis ramalan bahwa partai yang didirikannya itu akan berumur pendek. Faktanya, Partai Demokrat bertahan hingga ulang tahunnya yang ke-9, yang dirayakan kemarin di Istora Senayan, Jakarta. 

“Pada 2005, baru saja Pemilu 2004 dilaksanakan, ada pengamat politik yang mengeluarkan semacam prediksi,” katanya dalam sambutan yang dihadiri ribuan kader partai. Suaranya lantang, berbeda dengan beberapa kali pidato sebagai presiden di Istana. 

Yudhoyono juga menerima kritik yang menyatakan Demokrat sebagai partai yang belum kokoh dari segi infrastruktur, kultur, sumber daya manusia, dan pengalaman politik. “Pembangunan partai kita baru dimulai. Saatnya kita ke depan ini bekerja lebih keras, gigih, dan cerdas,” katanya.

Ia juga menekankan agar tiga tahun ke depan, partai mendukung program 
pemerintah. Antara lain, membangun good governance, mendukung upaya negara memberantas korupsi dan mafia hukum, serta mendukung upaya mengembangkan koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah. “Dan menyalurkan kredit rakyat agar ekonomi rakyat terus berkembang,” katanya. 

Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga menyampaikan hal senada, bahwa kemenangan pada 2009 adalah hasil yang membanggakan. “Demokrat dipercaya, diberi mandat politik untuk memimpin dan melanjutkan reformasi di Indonesia,” kata dia, bukan hasil pencitraan. 

Guru Besar Universitas Andalas Saldi Isra menilai tak ada yang menarik dari pidato itu. "Pidato SBY datar-datar saja. Sepertinya dia menghindari betul kalau-kalau pidatonya nanti akan menjadi polemik," kata Saldi saat dihubungi semalam.

Menurut Saldi, SBY bermain aman dan berusaha menghindari pro-kontra. Dalam pidatonya kali ini SBY membatasi betul perannya sebagai Presiden RI. Hanya berbicara untuk kader partai saja, bukan ke masyarakat luas. "Padahal saya membayangkan dia bicara tentang koalisi."

Ihwal ucapan SBY bahwa umur Partai Demokrat tidak pendek seperti apa yang pernah diramalkan pengamat pada 2005, Saldi mengatakan hal itu bukanlah poin yang penting. "Saat ini kan faktor SBY masih sangat kuat di Demokrat. Kita lihat nanti bagaimana Demokrat post-SBY, apakah masih tetap bertahan," katanya.

Kemarin ulang tahun dihadiri Ketua DPR yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie, pimpinan MPR, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Gerindra Suhardi, dan sejumlah menteri